Tak Ada Lagi 01 atau 02, Tapi 03 yakni Persatuan Indonesia

Para ulama dan umara (pejabat) di Banyuwangi, Jawa Timur menyerukan untuk menjaga kedamaian pasca pemilu. Polemik tentang hasil cukup diproses melalui jalur hukum yang telah diatur perundangan. Tak perlu menyampaikan dengan aksi turun jalan yang berujung bentrokan.


“Soal pemilu dan Pilpres sudah selesai. Sudah serahkan pada yang berwenang. Tak perlu kita di sini ikut-ikutan,” ungkap KH Ali Makki Zaini, Jum’at (24/5). 


Penegasan tersebut disampaikannya pada acara peringatan Nuzulul Qur’an dan buka bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi di Pondok Pesantren Al-Falah, Siliragung.


Kiai Ali Makki juga menyerukan ke sejumlah kiai dan tokoh NU se-Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi rekonsiliator di daerahnya masing-masing. “Yang sebelumnya konflik karena pemilu, mulai sekarang harus akur kembali,” imbuh Ketua PCNU Banyuwangi tersebut.


Hal yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko. Menurutnya, sudah saatnya untuk kembali membangun negara.


“Mari kita kembali beraktivitas sebagaimana biasanya. Kita kembali merajut kebersamaan membangun daerah kita, membangun negara kita,” ujar Yusuf.


Persaudaraan, imbuh Yusuf, lebih penting dari sekadar perbedaan politik. “Tidak ada yang lebih penting yang perlu kita jaga di atas persaudaraan antaranak bangsa,” ujarnya.


Kapolres Banyuwangi AKBP Taufiq HZ juga menegaskan hal senada. Perbedaan pilihan politik sudah harus diakhiri. “Tak ada lagi 01, tak ada lagi 02. Yang ada 03, yakni persatuan Indonesia,” tegasnya.


Pada buka bersama keluarga besar PCNU Banyuwangi itu, tak kurang dihadiri seribuan orang. Mulai dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), pengurus ranting dan badan otonom. Mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa dan Banser.


Para kiai yang hadir antara lain Rais PCNU Banyuwangi KH Zainullah Marwan, KH Abdul Ghofar, KH Muwafiq Amir, KH Abdullah Mukhtar, KH Masruchin Aba Hidayat, KH Achmad Siddiq, dan puluhan ulama lain. 


Selain itu, sejumlah pejabat kabupaten setempat seperti, Dandim 0825, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Agama dan sejumlah camat dan kepala dinas di Banyuwangi. 

(M Sholeh Kurniawan/Ibnu Nawawi)

Sumber : NU Online

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *