Pengin Perusahaanmu Tetap Eksis? Jangan Sepelekan Posisi CSR, Ini Alasannya

Setiap perusahaan besar pasti memiliki divisi corporate social responsibility (CSR) atau yang jika diartikan ke bahasa Indonesia berarti tanggung jawab sosial perusahaan. Umumnya, perusahaan yang proses produksinya berdampak langsung pada masyarakat sekitar pasti memilikinya.

Contohnya perusahaan perkebunan sawit yang beberapa di antaranya melahap area pertanian warga. Sebagai bentuk kepeduliannya, mereka harus memberikan keuntungan pula bagi warga yang terdampak tersebut. Banyak bentuknya, mulai dari beasiswa pendidikan, pemberian lahan ganti, atau bisa juga turut mengikutsertakan warga sekitar dalam proses produksinya.

Memang terkesan seperti penghapusan dosa perusahaan-perusahaan besar sih. Tapi, lagi-lagi di dunia bisnis semuanya harus dilakukan demi mengejar keuntungan sebesar-besarnya.

Misalnya lagi pabrik obat-obatan atau kimia yang limbahnya mencemari lingkungan sekitarnya. Nah ini lah fungsinya tanggung jawab sosial menjadi jalan tengah agar keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan lingkungan sekitar tetap terjaga.

Berikut ini ada beberapa alasan kenapa sebuah perusahaan besar perlu memberikan perhatian khusus bagi posisi atau program-program CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan.


1. Menghemat biaya

Program-program tanggung jawab sosial yang biasa digunakan salah satunya adalah bertujuan untuk menghemat biaya produksi maupun pengeluaran. Misalnya saja, coffee shop yang memiliki program zero waste, atau penghematan sampah plastik dengan tidak menyediakan sedotan maupun cup yang terbuat dari plastik.

Demi menarik partisipasi masyarakat, mereka meminta pelanggan buat membawa tumbler sendiri dengan memberikan diskon harga sebagai imbalan.

Dengan program seperti ini, maka pelanggan bakal senang, coffee shop tersebut juga mengurangi pengeluaran untuk pembelian bahan plastik sekaligus berkontribusi langsung terhadap pengurangan limbah plastik.


2. Memperkuat brand

Ketika perusahaan besar memiliki misi mulia untuk menjaga kelestarian lingkungan, maka perusahaan tersebut bakal mendapat simpati dari masyarakat luas. Misalnya saja saat ini banyak brand minuman ringan menggunakan kemasan daur ulang yang sangat ramah lingkungan. Strategi ini diklaim mampu memberikan citra positif bagi perusahaan, serta mampu menarik lebih banyak pangsa pasar untuk membeli produk tersebut.

Ketika pasarnya meningkat, maka penguatan citra brand dan peningkatan finansial akan sama-sama meningkat tanpa ada yang dirugikan.

Bagaimana pun juga citra perusahaan sangat penting, gak cuman bagi kepercayaan pelanggan, tapi juga bagi pemegang saham.


3. Mempererat hubungan dengan pelanggan

Semua perusahaan pastilah ingin memiliki hubungan yang harmonis dan berkelanjutan jangka panjang dengan pelanggannya. Nah inilah salah satu keuntungannya menjalankan tanggung jawab sosial. Contohnya biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan jasa keuangan atau bank.

Sebuah bank memiliki program kemudahan meminjamkan uang dengan bunga ringan dan cicilan rendah bagi nasabah dengan penghasilan rendah atau di bawah UMP tanpa jaminan! Tentu penawaran menarik seperti ini bakal dilirik oleh masyarakat yang membutuhkan.

Program tersebut dijamin bisa meningkatkan kepercayaan nasabah dan bahkan bisa menarik nasabah baru.


4. Membuat perusahaan menonjol dalam persaingan

Hal inilah yang dilakukan oleh Elon Musk. CEO dari SpaceX dan Tesla ini berhasil membuat jembatan lurus yang menghubungkan antara keperluan bisnis dengan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Melalui produk mobil Tesla ia menawarkan mobil bertenaga listrik yang tentunya lebih irit dari mobil bensin dan ramah lingkungan.

Tesla baru seumur jagung bila dibandingkan dengan produsen-produsen mobil seperti Toyota, Honda, dan BMW. Tapi, produknya sudah mulai diperhitungkan di dunia otomotif.


5. Menjaga keberlangsungan perusahaan

Ketika citra perusahaan positif dan juga kepercayaan pelanggan meningkat, perusahaan optimis bisa eksis dalam waktu jangka panjang. Semuanya itu tidak hanya diperoleh dari indikator penjualan saja, tapi juga indikator tanggung jawab sosial yang berlangsung sejak perusahaan berdiri.

Kalau kondisi finansial perusahaan sangat baik, lingkungan sekitar baik, dan dipastikan sepuluh tahun lagi atau bahkan lebih, perusahaan bakal masih eksis kalau tetap menjaga komitmen tanggung jawab sosial.

Itu tadi 5 manfaat yang bisa dipetik jika perusahaan atau bisnis kamu memiliki divisi corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan. Intinya, perusahaan yang baik itu gak cuman mementingkan keuntungan semata, tapi juga kesejahteraan karyawan dan lingkungan di sekitarnya.

Tapi tetep, program-program yang diimplementasikan dalam tanggung jawab sosial harus yang menguntungkan perusahaan juga, namanya juga bisnis. Kalau program-program tersebut malah menguras biaya anggaran yang besar tanpa mendapatkan feedback yang sepadan ya sama saja buang-buang duit dong

Sumber : MoneySmart

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *