OPOP Training Center Diresmikan, Prof Nuh Siapkan Jaringannya

Surabaya – Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh DEA meresmikan One Pesantren One Product (OPOP) Training Center di Universitas NU Surabaya (Unusa). Menurutnya, OPOP tidak hanya mengembangkan santri dan pesantrennya saja, namun menyiapkan ekosistem hingga jaringannya.

Prof Nuh meresmikan OPOP bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan perwakilan International Council for Small Business (ICSB). Mantan Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) itu menyampaikan, untuk menjadi seorang pengusaha, ada yang memang telah memiliki keahlian. Namun ada juga yang perlu disiapkan melalui sekolah dan pelatihan.

“Dari ide itulah maka kenapa kita harus membangun yang namanya OPOP Training Center, karena kita punya keyakinan bahwa jika dilatih, didampingi terus diberi kesempatan itu insya Allah bisa,” kata Prof Nuh usai peresmian OPOP Training Center di Kampus Unusa Surabaya Jalan Jemursari Surabaya, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, penyiapan ekosistem ini penting. Ia mengibaratkan, penyiapan bibit saja tidak cukup jika tidak ada ekosistem terbaik sebagai wadahnya.

“Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Yang kedua, kata kuncinya adalah kalau nanti sudah jadi, barangnya itu produksinya relatif gampang tetapi memasukkan hasil produksi pada komersial domain ini sama sekali tidak mudah,” imbuhnya.

Maka dari itu, M Nuh menyebut pentingnya membangun jaringan. Dalam hal ini, Prof Nuh mengatakan telah ada jaringan Transmart yang siap mewadahi.

“Hasil produk bisa masuk dalam pasar mainstream komersial itu sama sekali tidak mudah, ingin menyiapkan komersial domain ini yang merupakan bagian dari ekosistem. Kita punya jaringan antara lain Transmart. Nah itu jaringan kita di Transmart itu nanti bagaimana itu yang sudah memenuhi standar kita taruh di Transmart. Misalnya OPOP Al Hidayah,” paparnya.

“Tidak berhenti sampai di situ saja karena di Transmart ini ada juga yang namanya Antum. Antum itu Aliansi Transmart untuk Umat. Ada Yarsis Mart itu program dari Antum, koperasi yang suplai barangnya dari Transmart dengan harga yang bisa kompetitif,” imbuhnya.

Prof Nuh menambahkan produk OPOP ini juga akan tersebar di seluruh Transmart di Indonesia.

“Nanti bareng-bareng apa itu tidak hanya di Transmart, tapi ke project Antum ini bisa ditaruh di RSI Wonokromo, dan tidak hanya di Surabaya, di setiap Transmart punya project Antum. Yang mahal itu jaringannya,” pung

Source : detik.com

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *