Mau Bisnis Kuliner yang Cepat Laris di Tahun 2019? Tiru Saja 6 Merek Makanan Ini

Mencari ide bisnis kreatif di bidang kuliner yang pasti moncer tahun 2019? Gak usah pusing-pusing.

So, berhubung sekarang sudah awal tahun, maka gak sedikit dari kamu semua yang mulai sibuk mempersiapkan resolusi bukan. Nah dari sekian banyak resolusi, tentu ada dong yang berambisi mengelola bisnis kuliner di tahun 2019.

Bisnis kuliner memang gampang-gampang susah. Kalau ownernya jago masak, tentunya gak akan sulit untuk menciptakan menu-menu yang lezat. Tapi gimana dengan “ide”nya?

Tentunya gak mudah kan menemukan sebuah ide bisnis kuliner yang kreatif. Kadang, kamu pun sering stuck atau kehabisan ide dalam menentukan seperti apa konsep bisnis kulinermu.

Kali ini, kita akan membahas soal merek-merek restoran atau makanan yang sering disebut sebagai “versi murahnya” restoran mahal.

Sejatinya mereka gak meniru, karena menu-menu mereka berbeda dengan resto-resto terkenal itu. Mereka hanya menjadikan resto-resto terkenal itu sebagai inspirasi mereka dalam menu.

Berkat harganya yang murah, restoran itu bisa laris manis. Tapi, harga murah harus diiringi dengan rasa yang enak ya. Tentunya, kamu bisa dapat ide bisnis kreatif dari kesuksesan mereka.

Penasaran dengan restoran-restoran yang dimaksud? Yuk simak di sini.


1. Pepper Lunch VS Wakacao

Siapa yang gak kenal sama Pepper Lunch? Restoran ini merupakan salah satu restoran dengan menu bistik siap saji asal Tokyo yang sudah hadir di banyak negara.

Untuk metode penyajian makanannya, Pepper Lunch menghidangkan menu yang belum matang di piring metal panas (hot plate) ke meja pelanggan. Hidangan itu pun dimasak langsung di depan pelanggan, atau pelanggannya sendiri yang memasak hidangannya.

Konsep restoran ini pun dijadikan inspirasi oleh Wakacao, sebuah restoran lokal yang sudah punya banyak cabang di Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, hingga Gresik.

Wakacao memang jadi salah satu resto yang bisa kamu tuju jika kamu ingin mencari versi murahnya Pepper Lunch. Bahkan gak sedikit juga yang bilang kalau Wakacao lebih enak.

So, apa tertarik bikin resto seperti ini? Barangkali bisa jadi ide bisnis kreatif buat kamu tahun 2019.


2. KFC vs Sabana

Sampai kapanpun, KFC yang didirikan oleh Col. Sanders memang jadi restoran siap saji yang paling enak. Kata “fried chicken” yang artinya ayam goreng, bahkan sudah dikenal sebagai ayam goreng tepungnya KFC.

Sebagai salah satu brand fried chicken, Sabana memang jauh lebih murah ketimbang KFC. Ya jelas saja, wong satu potong ayam bagian dada dengan uang Rp 9 ribu aja. Plus nasi, kamu cukup tambah Rp 5 ribu. Total cuma Rp 14 ribu udah kenyang.

Tapi bedanya ya Sabana gak punya menu-menu lain seperti sup, atau chicken burger. Tapi, untuk sebuah brand penjual ayam goreng tepung, Sabana juga bisa dibilang jawara.

Tertarik bikin resto ayam goreng tepung juga?


3. Sushi Tei vs Sushi Go

Gak dipungkiri bahwa Sushi Tei memang jadi salah satu resto sushi terfavorit buat para warga Jakarta. Rasanya memang bikin ketagihan, dan harganya tentu bikin kantong bolong kalau keseringan.

Nah, lantas gimana dengan Sushi Go? Gerai Sushi Go ada di mall-mall juga, salah satunya ya di Grand Indonesia.

Sushi Go bisa dikatakan bersaing dengan segala sushi yang ada di kota-kota besar. Dan dari segi harga, Sushi Go memang sangat murah, sepiring cuma Rp 15 ribu. Jadi, untuk makan berdua dengan Rp 160 ribu juga bisa kenyang.

Menu Sushi Go juga cukup beragam lho. Dan rasanya pun bersaing dengan sushi-sushi mahal.

Tertarik buat mencoba? Atau tertarik menjadikan sushi sebagai ide bisnis kreatif kamu tahun 2019? jangan lupa juga yang halal ya !


4. Warung Steak and Shake vs Moen Moen Steak

Bisa dibilang, Warung Steak and Shake memang sudah jadi resto steak murah. Tapi yang lebih gokil lagi, ada resto serupa yang harganya jauh lebih murah. Restoran itu adalah Moen Moen Steak yang ada di Jakarta, Solo, Bogor, Bandung, Malang, Magelang, dan Jogja.

Kalau di Warung Steak menu berdua bisa sampai Rp 100 ribu, di Moen Moen kamu bisa makan berdua hanya dengan Rp 50 ribuan! Kok bisa?

Ya jelas saja bisa, di sana harga satu menunya ada yang cuma Rp 16 ribu. Asyik gak tuh.

Sejatinya konsep restoran steak murah seperti ini juga sempat dibuat oleh pendiri Rumah Makan Mbah Jingkrak, Bentuman. Berhubung judulnya steak murah, ya menu steaknya cuma 100 gram. Jangan harap ada yang 400 gram kayak di Holycow ya.

Steak murah tentu bisa jadi ide bisnis kreatif tahun 2019 lho.


5. Gulu-Gulu vs Cheese Tea Inc

Suka jajan cheese tea alias teh keju? Minuman hits ini memang diprakarsai oleh salah satu brand yaitu Gulu-Gulu (PT Teh Keju Indonesia).

Sebagai minuman ngehits, Gulu-Gulu harganya Rp 36 ribuan. Tapi berbeda dengan Cheese Tea Inc yang harganya Rp 20 ribuan saja.

Cheese Tea Inc berasal dari Jogjakarta. Dan di Jakarta, outlet mereka memang belum banyak. Namun untuk pangsa pasar teh keju, bisa jadi mereka tampil sebagai salah satu kompetitornya Gulu-Gulu lho.

Teh keju juga bisa jadi ide bisnis kreatif kok. Kalau penasaran, silahkan dicoba.


6. Irvins vs Ervan

Penggemar snack bercita rasa telur asin tentu familiar sama Irvins Salted Egg yang berasal dari Singapura. Tapi paham dong, kalau Irvins Salted Egg memang harganya luar biasa mahal. Udah gitu isinya juga gak banyak-banyak amat bukan?

Gimana dengan Ervan Fish Skin yang berasal dari Indonesia? Logonya juga sama-sama bebek, tapi bebeknya tentu beda. Masa iya mau disamain juga.

Camilan-camilan seperti ini memang punya penggemarnya tersendiri.

Itulah enam brand makanan dan restoran yang terinspirasi dari merek makanan top yang harganya mahal. Tentu, kehadiran mereka bisa kamu jadikan ide bisnis kreatif di tahun 2019.

Sudah siap memulai usaha? Jangan setengah-setengah ya!

Sumber : Moneysmart

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *