LPPNU Jatim Dampingi 120 Penggerak Tani dan Nelayan NU

Pengurus harian Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Timur mengadakan pembekalan bagi 120 kader penggerak komunitas tani dan nelayan NU di Hotel Utami Jalan Juanda Selatan Nomor 36 Sidoarjo, Jumat-Ahad (18-20/3). Forum ini mengarahkan peserta pada aktivitas pendampingan masyarakat desa baik yang berbasis tani dan nelayan dengan perspektif lingkungan dan Islam Rahmatan lil Alamin.

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menyatakan dukungannya atas kegiatan penggerak ini. Ia berharap LPPNU Jatim melalui pendidikan seperti ini dapat membangun spiritualitas petani. “Karena masyoritas warga NU adalah petani,” kata Kiai Mutawakkil.

Peserta pembekalan ini adalah para relawan dan aktivis penggerak pengembangan usaha sumber daya hayati ramah lingkungan utusan LPPNU Banyuwangi, Bondowoso, Kencong, Bangil, Mojokerto, Jombang, Kota Batu, Sidoarjo, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, dan LPPNU Sumenep.

Pembekalan ini dipicu oleh sejumlah masalah meminggirkan usaha masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan kelautan. Mereka berhadapan dengan mahalnya biaya produksi, tanam, dan olah. Sementara harga jual hasil produksi atau panen lebih sering tidak memihak kepada warga perdesaan sebagai produsen.

Selain itu pembekalan bagi para penggerak pertanian ini didorong oleh degradasi sumber daya alam baik kuantitas maupun kualitasnya terutama di pulau Jawa yang semakin parah mengalami krisis ekologi. Sedangkan kesadaran tentang pentingnya pengembangan usaha sumber daya hayati yang ramah lingkungan sebagai fondasi dari kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan nasional masih demikian lemah.

Tampak hadir Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Syafruddin, UMKM Jatim, Bank Jatim, Dinas Kehutanan Jatim, BLH Jatim, Dinas Peternakan Jatim.

Ketua LPPNU Jatim Achmad Wazir Wicaksono berharap pembekalan ini menjadi salah satu wahana penting bagi kader penggerak tani-nelayan Nahdliyin Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas dan tantangan pembangunan perdesaan yang mandiri dan rahmatan lil alamin dengan fondasi ilmu pengetahuan dan spiritualitas ala Nahdlatul Ulama.

(Red Alhafiz K)

Sumber NU Online

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *