Dinilai Efektif Tingkatkan Ekonomi Pesantren, HIPSI Jabar Minta OPOP Lebih Dikembangkan

Program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas pemerintah provinsi Jawa barat dinilai cukup efektif dalam mewujudkan peningkatan ekonomi dan kemandirian pesantren. Terkait itu Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jawa Barat pun mengapresiasi program tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi program OPOP yang digagas pemprov jabar melalui Dinas KUMKM Jabar ini. Selama ini kita memantau program tersebut dan ternyata program ini cukup efektif dalam meningkatkan ekonomi pesantren,” jelas Heru Rusdiana Bendahara HIPSI Jabar, Jumat (6/12/2019).

Diungkapkannya efektifitas program tersebut terlihat dari kondisi di masing maisng pesantren yang mengikuti program tersebut. Para pesantren yang masuk ke program OPOP saat ini sudah mulai menunjukan peningkatan ekonominya.

“Sekarang ini sudah kelihatan peningkatan ekonominya, banyak pesantren yang ikut OPOP ekonominya mulai merangkak dan menggeliat ekonominya,” jelasnya.

Menurutnya peningkatan ekonomi pesantren tersebut memang tidaklah lepas dari program pendampingan yang ada di program OPOP. Terlebih selama ini para pendamping pesantren peserta OPOP terus melakukan edukasi bisnis kepada para peserta OPOP.

“Selama ini para peserta OPOP memang mendapatkan pendampingan, sehingga perkembangannya pun bisa diketahui,” katanya.

Oleh karena itulah lanjut Heru, HIPSI Jabar akan lebih meningkatkan sinergitas dengan pemerintah provinsi jawa Barat dan Dinas KUMKM Jabar untuk mendorong program tersebut.

“Selain ekonomi pesantren, program OPOP pun membuat pesantren menjadi lebih terbuka. Oleh karena itulah kita dari HIPSI akan terus meningkatkan sinergitas,” katanya.

Lebih lanjut Heru pun mengatakan, selain mendorong peningkatan ekonomi dan kemandirian pesantren, Program OPOP pun ternyata sangat berdampak terhadap para santri dikalangan pesantren. Secara tidak langsung program OPOP pun membuat santri mejadi melek bisnis.

“Para santri pun menjadi tertular dari sisi pengembangan ekonominya. Apalagi disana ada pemberdayaan dan edukasi bisnis buat para santri. Sehingga tidak menutup kemungkinan para santri pun akan banyak menjadi wirausaha baru setelah mereka lulus dari pesantren,” katanya.

Oleh karena itulah lanjutnya pihaknya berharap agar program OPOP bisa berkesinambungan dan bisa lebih dikembangkan lagi.

“Kita harapkan program OPOP bisa lebih ditingkatkan lagi dan menjadi agenda tahunan buat pesantren,” katanya.

Sumber : javanews.tv

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *